Keindahan kota bogor

menulis ini untuk pertama kali cerita dan sejuta keindahan. Untuk petama kalinya saya ke kota bogor perjalanan ini adalah kedua buat saya sebelumnya saya tiba di semarang. Kota bogor menjadi sasaran kedua sungguh menakjubkan kota bogor ini pada saat malam hari qu bisa menikmati  luar biasa indahnya dan begitu dinginnya disini amat sangat dingin yaaa ini adalah sebuah kota hujan dan masih banyak pegunungan dan alam yang amat luar biasa indahnya jadi tidak heran banyak wisata datang kemari untuk menghilangkan stresss karna seharian bekerja dan tempat ini juga sasaran buat pengantin baru untuk berbulan madu heheheh jelas karna disini dingin dingin asoyy….


Menikmati Senja Di Kota hujan

Duduk bersantai di saat matahari terbenam menikmati suasana senja ditemani secangkir kopi hitam dengan cemilan khas bogor. Kota bogor memiliki pemikat luar biasa semenyilir angin dingin berhembus sambil menyeruput kopi hitam buat hati qu ini seperti di surga sampai sampai qu tidak ingin beranjak dari kota ini hilang semua rasa stress dikepala qu langsung hilang seketika dengan rutinitas keseharian bekerja, dengan celotehan suara alam dan burung burung sekitar seperti saling berinteraksi menciptakan suara yang membuat qu terpesona dengan suasana ini sungguh kota bogor penuh cerita.


Safari Malam

Tiba di malam hari saya menuju ke safari malam disana banyak sekali sajian malam untuk menarik pengunjuk wisata tapi saya hanya tertuju oleh kereta safari. Menuju ke kreta safari malam qu langsung menaiki kreta safari ternyata kreta ini menyajikan perjalan malam untuk melihat keindahan kota bogor ini disaat malam hari. Qu diajak memutari keindahan alam disini qu tidak bisa berkata kata amat luar biasa sekali indahnya dengan suasana dingin hembusan angin malam yang memikat.


TERBAYAR LUNAS

Seperti BOM yang sudah meledak ledak, qu puas dengan perjalanan ini coretan coretan dipohon pohon mempunyai cerita tersendiri.

Qu sudahi perjalanan saya ini, ada rindu yang harus dibalas ada cerita yang takpantas dilupakan, terimakasih kota penuh sejuta keindahan alam dan dinginnya disini, semoga tertuju ke alamat yang sama.

Iklan

Dear kisah klasik

Untuk sahabat qu yang kini sudah 2tahun tidak berjumpa semoga kalian sehat selalu dan sukses…

Dear kisah klasik dihari sabtu 04-11-2017 saya teringat masa masa SMK dulu saat kita nakal bersama, godain cwe bersama, bolos bersama, dan mengukir prestasi bersama. Mungkin belum sekarang, tapi tanpa sadar atau tidak, waktu mulai menjauh yang telah dekat.

Kemudian di hari ini aku terlintas dengan kenangan kita dulu.”Saat qu berteriak dengan keras memperkenalkan diri di depan kelas untuk pertama kalinya qu masuk SMK. Yaa ternyata itu sudah 2tahun berlalu, dimana aku tidak mengenal siapa siapa dan entah kenapa saya memilih sekolah tersebut. Silih berganti murid yang lain memperkenalkan diri qu memperhatikan satu persatu namun tidak mudah qu kenal semuanya.

Lambat laun, halusinasiku meningkat. Aku mulai melihat air yang mengalir benar-benar sebagai molekul H20 dengan ikatan hidrogen yang sangat kuat saling berpegang erat. Aku merasakan bahwa atom diatomik oksigen yang kuhirup bereaksi dgn hemoglobin dalam darahku. Aku bernapas. Aku memerhatikan dedaunan seolah benar-benar sibuk memasak mengolah glukosa dengan bantuan cahaya untuk menyajikanku oksigen saus tiram. Hah gila! Ya, aku mulai keracunan oleh apa yang kudapat di dunia baru ini kala itu. Aku merasa seperti ilmu kimia telah mendarah daging, padahal tidak sama sekali. Aku hanya tiba-tiba tak siap untuk bertahan dan menjadi berlebihan.

Tahun kedua pun tiba aku mengenal satu persatu sahabat aku kita berbagi kenangan, cerita, kegembiraan, dan palingaku ingat yaitu bolos bersama saat jam pelajaran olahraga dan kekewirausahaan karna kita tidak suka dengan kegiatan yang menguras tenaga lebih baik pergi bolos ke warung internet main game online dan chatting dengan wanita yang saat ini disebut cabe cabean heheh. Aku pandai dengan pelajaran matematika yaa saat ujian yang paling qu ingat yaitu ujian matematika saat dimana sahabat qu paling bodoh matematika ku pun memperbudidayakan dimana satu soal 2000 rupiah lumayan kalo 20 soalkan heheh.

Dimana menginjak tahun ke 3 kewajiban ku mulai berat mulai merancang untuk masa depan, sedih qu kalo mengenang tahun ke 3 ini yaa dimana kita harus benar benar berubah menjadi dewasa tanggung jawab mulai di pikull tapi untungnya ada dimana sahabat qu disitu ku terhibur dengan kelucuan yang kalian buat dan kenakalan yang kalian buat ku menjadi kuat hingga saat ini terimakasih banyak atas sumuanya sahabat qu semoga kita bisa kembali berkumpul dan semoga kalian membaca ini.

Rasanya semakin berat saja saat aku sendiri. Dimana mereka..yang kusebut sahabat? Ya, mereka pun sama hancurnya. Mental kami sama-sama diluluhlantakkan oleh waktu. Terlihat tegar padahal rapuh, tersenyum padahal hati menangis, dan tertawa sambil menahan perih. Aku telah berhasil dikalahkan oleh keadaan.
Teruntuk mereka..

Yang rela jatuh untuk menyelamatkanku

Yang rela mengorbankan nyawanya demi nyawaku

Yang selalu setia di dekatku

Yang selalu membagi tawanya untukku

Yang rela bicara demi membela ku yang tak pandai menyampaikan
Teruntuk mereka..

Dimanapun kalian berada

Kukirimkan terima kasih

Untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah

Satu buah lagu untuk mu kalian disana…

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali

Kita berbincang tentang memori dimasa itu

Peluk tubuhku usapkan juga air mataku

Kita terharu seakan tiada bertemu lagi
Bersenang-senanglah

Karna hari ini akan kita rindukan

Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah

Karna waktu ini akan kita banggakan

Di hari tua

#dkvnnby

#truestory

#don’tyouremember

#imissit

pengalaman hidup


pengalaman yang tak pernah qu lupakan tepatnya tanggal 30 november 2016… pada saat itu pihak kampus mendapatkan undangan untuk mengirim mahasiswa dan mahasiswinya untuk menghadiri rapat di GEDUNG MPR, qu salah satu mahasiswa yang menghadiri rapat tersebut.

pada pukul 04:00 pagi qu sudah terbangun karna semangat sekali untuk bisa dapat menghadiri rapat tersebut qu mahasiswa yang sangat beruntung bisa datang ke gedung DPR/MPR. beranjak dari tempat tidur qu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan qu yang penuh dengan iler semalam heheheh, setelah mandi qu langsung solat subuh. seiring berjalannya waktu menunjukan pukul 06:00 qu langsung bergegas pergi menuju kampus tempat dimana mahasiswa dan dosen pembimbing berkumpul sudah disiapkan mobil bus dari pihak kampus untuk pergi menghadiri rapat tersebut.

qu pun pergi menuju kampus setelah sampai qu terkejut dan bersedih bus yang mengantar sudah pergi lebih dulu sempat pupus dan sirna kegembiraan qu, qu langsung keruangan dosen kebetulan disana ada Dosen wanita yang qu suka heheheh dan mahasiswa semester 4langsung saja qu bertanya.

Qu = Ibu dosen bus yang mengantar sudah pergi yaa…?

Ibu = iyaaa qm kalo mao kesana bareng saja ini sama siswa semester 4

Qu = iyaa boleh bu.

mau tidak mau qu ikut mahasiswa semester 4 naik motor langsung saja tampa basa basi qu dan kakak kelas menuju lokasi hati qu gembira kembali senang hati ini akhirnya kesampaian juga, setelah sampai tujuan sungguh menakjubkan sekali begitu luas gedung DPR itu terasa dingin sekali ACnya seperti di kutub utara yaa walaupun tidak begitu dingin sperti di kutub utara sudah cukup dinginnya menembus almameter yang kupakai  dan ketatnya penjagaan disana, qu ini seperti orang kampung yang datang ke kota untuk pertama kali qu nora sekali maklumlahh qu memang nora heheheh.

memasuki ruangan rapat qu dekdekan sekaligus bangga bisa menduduki kursi DPR/MPR rapat rasa senang takaruan rasanya masuk ke topik pembicaraan rapat tersebut, maaf saya tidak bisa membahas rapat tersebut heheheh.

tiba ke sesi akhir rapat tersebut selesai sudah keluar ruangan rapat qu dan masiswa lain menuju ruangan untuk makan bersama sungguh nikmat selesai dihidangan makanan besar dan enak enak lagi ngga salah saya datang kesini dan menghadiri rapar ini sungguh beruntungnya diri qu selesai makan qu pun langsung pulang tiba didepan gerbang/loby MPR saya memutuskan untuk nanti kedepannya saya harus bisa menjadi anggota DPR amin. setelah sampai parkir hujan pun turun dengan lebatnya karna memang sudah gelap sekali langitnya dan anginnya begitu kencang qu berkata tidak apa apa hujan lebat diakhir sebuah pengalaman yang membanggakan dalam hidup qu, qu puas dan dibayar tuntas sepanjang perjalanan qu kehujanan dan setiba dirumah pelangi tersenyum kepada qu, semoga do’a qu terkabul aminnn….

Roda berputar


Hello nama saya agus jumadi rauf
Usia saat ini = 20 tahun saudara kandung hanya 1 adek laki laki satu satunya

Ini kisah hidup qu yang qu buat dimulai dari zaman sekolah SD dulu qu ini orang yaa bisa dibilang lumayan berada apa pun qu pinta pasti di kabulkan oleh ke2 orang tua qu. Qu anak pertama dari dua bersaudara hoby qu bermain futsal setiap pertandingan futsal antar RT atau sekolah qu selalu ikut dan menjadi CAPTEN, qu sangat berbakat sekali bermain sepak bola sampai sampai qu dibeli satu musim oleh RT lain, Satu tahun sekali pertandingan futsal antar RT dan satu tahun sekali juga pertandingan antar sekolah. qu selalu mencetak sckor tertinggi yaa bisa dibilang saat ini messi KW heheheh.

Beranjak qu duduk sekolah SMP semua mulai berubah dikit demi sedikit. Papah qu sudah mengundurkan diri dari perusahaannya tempat dia bekerja sejak itu kehidupan qu berubah 100% .          yang tadinya sekolah diantar pake motor menjadi jalan kaki, yang tadinya sekolah jajan 10.000 menjadi 1000rupiah sungguh terpukul sekali keluarga qu pada saat itu berdampak juga kepada kepribadian qu yang tadinya aktif menjadi pendiam tidak percaya diri.

1 tahun berlalu perekonomian qu semakin ancur rumah barang barang dan kendaraan dikit demi sedikit terjual buat memenuhi kehidupan keluarga, mau tidak mau ibu qu bekerja di suatu rumah mewah sebagai pembantu yaa seperti biasa pekerjaan pembantu masak, bersih – bersih rumah masakan ibu qu sangat luar biasa enaknya jadi tidak salah kalo majikannya menyukai masakan ibu qu, sedangkan papah qu masih saja menganggur entah kenapa papah qu jadi tidak percaya diri semenjak mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Tiba laahh qu dibangku SMK saat suatu musibah terjadi kepada qu, qu terserang penyakit hypokalemia (kekurangan kalium) saat kambuh seperti tidak ada otot tenaga bangun pun tidak bisa semua otot qu terasa tidak memiliki lemes. Qu dirawat 1minggu 3 hari setelah sembuh penyakit ini bisa kambuh kembali kalo kalium qu rendah, tiba laaahh dimana rasa kepercayaan diri untuk bangkit tidak ada terasa mati segan hidup tak mau, rutin qu meminum obat sampai seumur hidup 3kali sehari.

Sudah seperti jatuh tertimpa tangga, kehidupan qu hancur tak ada saudara satu pun mao menolong jangan kan menolong mendekat menegurpun tidak ada mungkin takut di pinjemin hutang, ada juga saudara yang menghina qu dan keluarga, kini qu dan sekeluarga tinggal ditempat nenek qu.

Tiba lulus sekolah tidak ada tujuan yang qu tuju setelah lulus SMK karna rasa kepercayaan diri qu sudah ilang, seiring berjalannya waktu qu mulai berfikir kalo hidup qu seperti ini terus mao kemanakan nama besar dan kehormatan keluarga RAUF, rauf adalah nama keluarga marga.

Tiba dimana qu berubah dan semuanya berubah seiring berjalannya waktu ada satu saudara qu yang menolong dan dia juga menjadi inspirasi qu sampai saat ini sebut saja pakde, qu dibiayarin masuk kuliah sama pakde qu kampus yang saat ini qu menuntut ilmu saat inilaahh perubahan di keluarga qu mulai bangkit dikit demi sedikit, saat ini qu kuliah alahamdulilah sudah masuk ke semester 3 dan sambil kerja di yaa lumayan jabatan saat ini qu pegang jadi teknisi gaji juga alahamdulilah bisa buat bayar kuliah tapi penyakit qu masih minum obat 3kali sehari tidak apa yang penting qu masih diberi uluran tangan sama allah yang maha penyayang…

Sampai disini yaa curhatan hati saya terimakasih. Mohon comentar dan likenya

NENEK TUA YANG RENTAN

 

hari minngu seperti biasa aku selalu ketempat dimana aku dan hatiku telah sepakat bahwa tempat ini menjadi tempat yang nyaman bagi kami. duduk santai sambil asik memandangai jalan kecil, pepohonan yang rindang, dan orang orang yang berlalu lalang. setiap hari pulang kerja aku selalu mengusahakan selalu melewati jalan ini tempat yang dimana aku dan hati ku bisa beristirahat. sebelum tiba ditujuan, aku selalu singgah sejenak untuk duduk santai disana.

di sore itu, waktu sudah menunjukan jam setengah 6 sore, saat aku duduk di tempat seperti biasanya qu beristirahat, aku seperti menjadi seorang anak sekolah yang rajin absen di kelas. karena ditepat yang asik dan nyaman, tempat ini akan menjadi yang aku selalu rindukan. ditepat ini seperti biasa aku membeli minuman dan senack atau makanan yang untuk aku santap sambil duduk santai dan menikmati sanset sore di tempat ini.

disaat akau menyantap makaan yang aku beli tadi, mata ku tertuju kepada seorang nenek nenek yang rentan usia yang sedang menjajakan makanan di sebrang jalan. kemudian sang nenek tersebut menuju ke arah ku. demgam tergopoh gopoh nenek itu memanggul dagangannya. aku dekati sesaat, ternyata nenek itu menjual buah salak. aku pun duibuat iba olehnya mengapa tidak? seusia nenek ini seharusnya menikmati hidup dan beristirahat di rumah, namun nenek tua ini masih masih bekerja dengan susah payah. begitu beratnya perjuangan sang nenek mengais rezeki.

20170512140248

Tiba tiba ada seorang wanita yang berada disebelah ku  menghampiri nenek itu. Dengan langkah yang lincah wanita itu membeli dagangan nenek tua. Dari kejauham aku melihat mereka. Cukup lama mereka berbicara. Kemudian wanita itu kembali menghampiri ku sambil mengambil buah yang dibelimya dari sang nenek tua. Lalu duduk yepat disebelah ku.

Kemudian aku menanyakan berapa harganya 1 ikat 10 ribu rupiah lalu aku hitung satu persatu yang tak lebih dari 15 ikat, nenek tua itu menjual buahnya cukup murah sekali sungguh nenek yang baik hati. Siapa yang wanita duduk disebelah ku ini? dia adalah IBU ku sendiri.

fenoma ini membuat ku iba. Aku sadar bahwa hidup ini memenag seharusnya terus berjalan walau tak lagi muda demi sebiji butir padi untuk mengisi kekosongan perut ini. sang nenek tua dengan badan kurusnya harus membawa beban yang berat itu ddengan tergoph gopoh benar benar pelajaran bagi ku.

Pelajaran yang berharga buat anak muda seperti ku agar tidak akan bermalas malasan dan tidak akan kalah dengan semangat nenek tua ini, aku harus lebih giat, ikhlas, jujur, dan tak lagi akan bermalas malasan.

SIMPANG LIMA YANG INDAH

Saya sedang menikmati simpang lima yang indah ketika menulis ini. Untuk pertama kalinya saya ke kota semarang. Perjalanan ini adalah pertama kalinya buat saya sungguh menakjubkan kota semarang ini pada saat malam hari qu bisa menikmati suasana yang luar biasa indahnya . sambil menikmati secangkir teh hangat di temani makanan khas semarang LUMPIA. semarang mempunyai cerita tersendiri sampai sampai aku tidak ingin beranjak dari kota ini, jalanan jalanan malam hari, kedai kopi dan kue manis, angkringan dan sekecil tawa dalam sebungkus nasi kucing, dinginnya angin malam, lampu kota, sapaan dan celotehan khas bahasa jawa, petasan yang menghiasi langit malam melengkapi keindahan dan kenikmatan yang aku alami di kota kecil ini. Hangatnya kota, kebebasan melakukan apa yang saya inginkan tanpa hingar bingar metroplitan dan hiruk pikuk jadwal sehari-hari. Tak sempurna namun memuasakan.

Simpang lima yang indah tentu saja. Ada kosong yang harus di isi ketika disana. Ada penuh yang memberontrak untuk di pilah. Ada sececar sesuatu yang ingin meledak ledak.

Simpang lima yang indah. cukup sampai disini aku akhiri keindahan ini sampai jumpa kota kecil sejuta cerita dan sejuta keindahan. Ada rindu yang berhak untuk dilepas dan dibalas. Ada perindu yang berhak memilih, dari situ, apakah rindunya akan tetap tertuju pada alamat yang sama atau tidak.

Martin Heidegger

Martin Heidegger (lahir di MeßkirchJerman26 September 1889 – meninggal 26 Mei 1976 pada umur 86 tahun) adalah seorang filsuf asal Jerman. Ia belajar di Universitas Freiburg di bawah Edmund Husserl, penggagas fenomenologi, dan kemudian menjadi profesor di sana 1928. Ia memengaruhi banyak filsuf lainnya, dan murid-muridnya termasuk Hans-Georg GadamerHans JonasEmmanuel LevinasHannah ArendtLeo StraussXavier Zubiri dan Karl LöwithMaurice Merleau-PontyJean-Paul SartreJacques DerridaMichel FoucaultJean-Luc Nancy, dan Philippe Lacoue-Labarthe juga mempelajari tulisan-tulisannya dengan mendalam. Selain hubungannya dengan fenomenologi, Heidegger dianggap mempunyai pengaruh yang besar atau tidak dapat diabaikan terhadap eksistensialismedekonstruksihermeneutika dan pasca-modernisme. Ia berusaha mengalihkan filsafat Barat dari pertanyaan-pertanyaan metafisis dan epistemologis ke arah pertanyaan-pertanyaan ontologis, artinya, pertanyaan-pertanyaan menyangkut makna keberadaan, atau apa artinya bagi manusia untuk berada. Heidegger juga merupakan anggota akademik yang penting dari Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei.

Daftar isi

[sembunyikan]

Masa kecil dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Heidegger dilahirkan di sebuah keluarga desa di Meßkirch, Jerman, dan diharapkan kelak menjadi seorang pendeta. Pada masa remajanya, ia dipengaruhi oleh Aristoteles yang dikenalnya lewat teologi Kristen. Konsep tentang Ada, dalam pengertian tradisional ini, yang berasal dari Plato, adalah perkenalan pertamanya dengan sebuah gagasan yang kelak ditanamkannya pada pusat karyanya yang paling terkenal, Being and Time (bahasa Jerman: Sein und Zeit) (1927). Keluarganya tidak cukup kaya untuk mengirimnya ke universitas, dan ia membutuhkan beasiswa. Untuk maksud tersebut, ia harus belajar agama. Heidegger juga tertarik akan matematika. Ketika ia belajar sebagai mahasiswa, ia meninggalkan teologi dan beralih kepada filsafat, karena ia menemukan sumber pendanaan lain untuk studinya. Ia menulis disertasi doktoralnya berdasarkan sebuah teks yang saat itu dianggap sebagai karya Duns Scotus, seorang pemikir etika dan keagamaan abad ke-14, namun belakangan orang menduga itu adalah karya Thomas dari Erfurt.

Heidegger mulanya adalah seorang pengikut fenomenologi. Secara sederhana, kaum fenomenolog menghampiri filsafat dengan berusaha memahami pengalaman tanpa diperantarai oleh pengetahuan sebelumnya dan asumsi-asumsi teoretis abstrak. Edmund Husserl adalah pendiri dan tokoh utama aliran ini, sementara Heidegger adalah mahasiswanya dan hal inilah yang meyakinkan Heidegger untuk menjadi seorang fenomenolog. Heidegger menjadi tertarik akan pertanyaan tentang “Ada” (atau apa artinya “berada”). Karyanya yang terkenal Being and Time (Ada dan Waktu) dicirikan sebagai sebuah ontologi fenomenologis. Gagasan tentang Ada berasal dari Parmenides dan secara tradisional merupakan salah satu pemikiran utama dari filsafat Barat. Persoalan tentang keberadaan dihidupkan kembali oleh Heidegger setelah memudar karena pengaruh tradisi metafisika dari Plato hingga Descartes, dan belakangan ini pada Masa Pencerahan. Heidegger berusaha mendasarkan keberadaan di dalam waktu, dan dengan demikian menemukan hakikat atau makna yang sesungguhnya dalam artian kemampuannya untuk kita pahami.

Demikianlah Heidegger memulai di mana Ada itu dimulai, yakni di dalam filsafat Yunani, dengan membangkitkan kembali suatu masalah yang telah lenyap dan yang kurang dihargai dalam filsafat masa kini. Upaya besar Heidegger adalah menangani kembali gagasan Plato dengan serius, dan pada saat yang sama menggoyahkan seluruh dunia Platonis dengan menantang saripati Platonisme – memperlakukan Ada bukan sebagai sesuatu yang nirwaktu dan transenden, melainkan sebagai yang imanen (selalu hadir) dalam waktu dan sejarah. Hal ini yang mengakibatkan kaum Platonis seperti George Grant yang menghargai kecemerlangan Heidegger sebagai seorang pemikir meskipun mereka tidak setuju dengan analisisnya tentang Ada dan konsepsinya tentang gagasan Platoniknya.

Meskipun Heidegger adalah seorang pemikir yang luar biasa kreatif dan asli, dia juga meminjam banyak dari pemikiran Friedrich Nietzsche dan Soren Kierkegaard. Heidegger dapat dibandingkan dengan Aristoteles yang menggunakan dialog Plato dan secara sistematis menghadirkannya sebagai satu bentuk gagasan. Begitu juga Heidegger mengambil intisari pemikiran Nietzsche dari sebuah fragmen yang tak terbit dan menafsirkannya sebagai bentuk puncak metafisika barat. Karya Heidegger berupa transkrip perkuliahan selama 1936 tentang Nietzsche’s Will to Power as Art yang dirasa kurang bernilai akademis dibandingkan karyanya sendiri yang lebih asli. Konsep Heidegger tentang kecemasan angst dan das sein berasal dari konsep Kierkegaard tentang kecemasan, pentingnya relasi subjektivitas dengan kebenaran, eksistensi di hadapan kematian, kesementaraan eksistensi, dan pentingnya afirmasi diri dari Ada seseorang di dalam dunia.

Martin Heidegger dianggap sebagai salah satu filsuf terbesar dari abad 20. Arti pentingnya hanya dapat disaingi oleh Ludwig Wittgenstein. Gagasannya merasuki berbagai bidang penelitian yang luas. Karena diskusi Heidegger tentang ontologi maka dia kerap dianggap salah satu pendiri eksistensialisme dan gagasannya kerap mewarnai banyak karya besar filsafat seperti karya Sartre yang mengadopsinya banyak gagasannya, meskipun Heidegger bersikeras bahwa Sartre salah memahami gagasannya. Gagasannya diterima di seluruh Jerman, Perancis, dan Jepang hingga banyak pengikut di Amerka Utara sejak 1970-an. Meskipun demikian, gagasannya dianggap sebagai tak bernilai oleh beberapa pemikir kontemporer seperti mereka yang di dalam Lingkaran Wina,Theodor Adorno, dan filsuf Inggris Bertrand Russell dan Alfred Ayer.

Penolakan Heidegger akan konsep seperti pembedaan fakta dan nilai, penambahan komponen etis pada filsafatnya, kekritisannya terhadap sains dan teknologi modern, dan klaimnya akan kesalahpahaman akan pikirannya kerap membingungkan para filsuf lain. Serangan terhadap gagasannya nampak menjadi satu-satunya kemungkinan yang dapat dilakukan, terlebih ditambah dengan tingkah laku pribadinya yang tampak secara moral dan politik ambigu.

Philosophy[sunting | sunting sumber]

Being and Time[sunting | sunting sumber]

Karya terpenting Heidegger adalah Being and Time (German Sein und Zeit1927). Meskipun karya yang terbit hanyalah sepertiga dari total rencana keseluruhan sebagaimana tampak dalam pengantarnya namun karya ini menunjukkan satu titik balik dalam filsafat kontinental. Karya ini berpengaruh besar dan luas serta masih menjadi salah satu karya yang paling banyak dibicarakan pada abad ke-20. Banyak paham filsafat, seperti eksistensialisme dan dekonstruksi, yang berhutang banyak pada Being and Time.

Dalam karya ini, Heidegger memepertanyakan makna dari ada: apa maknanya bila sesuatu entitas dikatakan ada? Pertanyaan ini adalah satu pertanyaan mendasar dalam caakupan wilayah ontologi. Dalam pendekatannya Heidegger terpisah dari tradisi Aristotelian dan Kantian yang mendekati pertanyaan itu dari sudut pandang logika. Secara implisit mereka mengatakan bahwa pengetahuan teoretis mewakili relasi mendasar antara individu dan ada di dunia sekitarnya (mencakup juga dirinya sendiri).

Heidegger menolak tesis ini dengan mengawali pendekatannya dari fenomena keterlibatan yang disebutnya sebagai sorge. Perilaku manusia adalah sebuah keterlibatan secara aktif dengan objek keseharian di sekelilingnya. Dia bukan seorang pengamat pasif yang mengambil jarak dari dunianya. Pendapatnya ini sekaligus sebuah kritik bagi pemikiran Cartesian yang mengagungkan “aku” sebagai objek berpikir murni yang terpisah dari dunianya. Heidegger mengritik pernyataan terkenal Descartes aku berpikir maka aku ada yang terlalu menekankan pada aku berpikir dan lupa bahwa seharusnya aku ada terlebih dahulu barulah kemudian aku bisa berpikir. Fakta mendasar dari eksistensi manusia adalah bahwa kita telah ‘ada di dalam dunia’. Dunia adalah karakter dari ada di dalam dunia, yang selanjutnya disebut dengan das sein.

Selanjutnya Heidegger menolak kategori subjek-ojek yang kerap dikenakan oleh filsuf pasca Descartes. Sesuatu bermakna bagi kita hanya dalam penggunaannya pada konteks tertentu yang telah ditetapkan oleh norma sosial.

Namun, semua norma-norma secara radikal kontingen. Kontingensi mereka terungkap dalam fenomena dasar Angst, di mana semua norma murtad dan makhluk muncul sebagai tidak ada yang khusus, dalam kesia penting mereka. (Berlawanan dengan beberapa interpretasi eksistensialis Heidegger, ini tidak berarti bahwa keberadaan semua tidak masuk akal, melainkan berarti keberadaan yang selalu memiliki potensi untuk absurditas.) Pengalaman Angst mengungkapkan keterbatasan penting dari manusia.

Fakta bahwa makhluk dapat muncul, baik sebagai bermakna dalam konteks atau sebagai berarti dalam pengalaman Angst, tergantung pada fenomena sebelumnya: bahwa makhluk dapat muncul sama sekali. Heidegger menyebut muncul makhluk “kebenaran”, yang ia definisikan sebagai unconcealment daripada kebenaran. Ini “kebenaran makhluk”, diri mereka wahyu, melibatkan jenis yang lebih mendasar kebenaran, “pengungkapan berada di mana makhluk makhluk ini yg tak disembunyikan.” Inilah unconcealment menjadi yang mendefinisikan eksistensi manusia untuk Heidegger: manusia adalah menjadi untuk siapa makhluk adalah masalah, yaitu, untuk siapa yang muncul seperti itu (kata Heidegger untuk seperti suatu entitas, yang dibayangkan bisa memiliki non- instantiations manusia, adalah Da-sein). Inilah sebabnya mengapa Heidegger mulai penyelidikan ke dalam makna kebersamaan dengan penyelidikan esensi manusia; ontologi Da sein adalah ontologi fundamental. Para unconcealment pada dasarnya adalah fenomena temporal dan historis (maka “waktu” di Menjadi dan Waktu); apa yang kita sebut masa lalu, sekarang, dan masa depan sesuai originarily untuk aspek unconcealment ini dan tidak untuk tiga wilayah yang saling eksklusif dari waktu homogen yang mengukur jam (meskipun jam-waktu adalah turunan dari waktu originary dari unconcealment, seperti Heidegger mencoba menunjukkan dalam bab-bab sulit buku akhir).

Pemahaman total menjadi hasil dari penjelasan dari pengetahuan implisit menjadi yang melekat pada semua perilaku manusia. Filsafat demikian menjadi suatu bentuk penafsiran, inilah mengapa teknik Heidegger dalam Being and Time sering disebut sebagai fenomenologi hermeneutik. Mengada dan Waktu, yang tidak lengkap, berisi pernyataan Heidegger proyek ini dan penafsirannya tentang keberadaan manusia dan cakrawala temporal, tetapi tidak mengandung bekerja di luar makna menjadi seperti itu atas dasar penafsiran ini. Tugas ambisius diambil dengan cara yang berbeda dalam karya-karyanya berikutnya (lihat di bawah).

Sebagai bagian dari proyek ontologisnya, Heidegger melakukan reinterpretasi filsafat Barat sebelumnya. Dia ingin menjelaskan mengapa dan bagaimana pengetahuan teoretis datang tampak seperti hubungan yang paling mendasar untuk menjadi. Penjelasan ini mengambil bentuk sebuah destructuring (Destruktion) dari tradisi filsafat, strategi interpretif yang mengungkapkan pengalaman mendasar yang pada dasar filsafat sebelumnya. Dalam Mengada dan Waktu ia sempat destructures filsafat Descartes, dalam bekerja kemudian dia menggunakan pendekatan ini untuk menafsirkan filsafat AristotelesKantHegel, dan Plato, antara lain. Teknik ini diberikan pengaruh yang besar pada pendekatan dekonstruktif Derrida, meskipun ada perbedaan yang sangat penting antara dua metode.

Mengada dan Waktu adalah prestasi yang menjulang tinggi dari awal karier Heidegger, tetapi ada karya-karya penting lainnya dari periode ini, termasuk Die Grundprobleme der Phänomenologie (Masalah Dasar Fenomenologi, 1927), Kant und das Masalah der Metaphysik (Kant dan Masalah Metafisika , 1929), dan “Apakah ist Metaphysik?” (“Apa itu Metafisika?”, 1929).

Kemudian bekerja

Meskipun Heidegger mengklaim bahwa semua tulisannya bersangkutan satu pertanyaan, pertanyaan menjadi, pada tahun-tahun setelah penerbitan dan Waktu Menjadi fokus karyanya berangsur berubah. Perubahan ini sering disebut sebagai Heidegger Kehre (berbalik). Dalam karya-karyanya berikutnya, Heidegger berubah dari “melakukan” untuk “tinggal.” Dia berfokus kurang pada cara di mana struktur yang terungkap dalam perilaku sehari-hari dan dalam pengalaman Angst, dan lebih pada cara di mana perilaku itu sendiri tergantung pada sebelum “keterbukaan menjadi.” Esensi manusia adalah pemeliharaan keterbukaan ini. (Perbedaan antara karya Heidegger awal dan akhir lebih merupakan perbedaan penekanan dari istirahat radikal seperti bahwa antara karya-karya awal dan akhir dari Wittgenstein, tetapi cukup penting untuk membenarkan sebuah divisi dari korpus Heidegger menjadi “awal” (kira-kira, pra-1930) dan “terlambat” tulisan).

Heidegger menentang keterbukaan ini kepada “kehendak untuk berkuasa” dari subjek manusia modern, yang bawahan makhluk untuk tujuannya sendiri daripada membiarkan mereka “menjadi apa yang mereka.” Heidegger menafsirkan sejarah filsafat barat sebagai periode singkat keterbukaan otentik untuk berada di saat-Sokrates pra, terutama ParmenidesHeraclitus, dan Anaximander, diikuti dengan periode lama semakin didominasi oleh subjektivitas nihilistik, diprakarsai oleh Plato dan memuncak pada Nietzsche.

Dalam tulisan-tulisan kemudian, dua tema berulang yang puisi dan teknologi. Heidegger melihat puisi sebagai cara yang unggul di mana makhluk yang terungkap “dalam diri mereka.” Para pemain bahasa puisi (yang, untuk Heidegger, esensi dari bahasa itu sendiri) mengungkapkan permainan keberadaan dan ketiadaan yang sedang sendiri. Heidegger berfokus terutama pada puisi Holderlin.

Melawan kekuatan mengungkapkan puisi, Heidegger menetapkan kekuatan teknologi. Inti dari teknologi adalah konversi dari seluruh alam semesta makhluk menjadi dibeda-bedakan “berdiri cadangan” (Bestand) dari energi yang tersedia untuk penggunaan manusia yang memilih untuk meletakkannya. Cadangan berdiri mewakili nihilisme yang paling ekstrem, karena makhluk makhluk benar-benar tunduk pada kehendak subjek manusia. Heidegger tidak tegas mengutuk teknologi; ia percaya bahwa dominasi yang semakin meningkat bisa membuat itu mungkin bagi manusia untuk kembali ke tugas otentik tentang tugas sedang. Namun, banyak karya kemudian Heidegger dicirikan oleh nostalgia agraria jelas.

Karya-karya penting Heidegger kemudian termasuk Vom Wesen der Wahrheit (“Di Esensi Kebenaran,” 1930), Der Ursprung des Kunstwerkes (“Asal Karya Seni,” 1935), Bauen Wohnen Denken (“Membangun Berpikir Tempat Tinggal,” 1951), dan Die Frage nach der Technik (“Pertanyaan Mengenai Teknologi,” 1953) dan Apakah heisst Denken? (“Apa Apakah Disebut Berpikir?” 1954).

Influences and difficulties of French reception[sunting | sunting sumber]

Heidegger, seperti Husserl, adalah pengaruh secara eksplisit mengakui pada eksistensialisme, meskipun pengingkaran eksplisit dan keberatan, dalam teks-teks seperti “Surat tentang Humanisme,” dari impor elemen kunci dari karyanya ke dalam konteks eksistensialis. Sementara Heidegger dilarang mengajar universitas untuk jangka waktu lama setelah perang karena aktivitasnya sebagai Rektor Freiburg, ia mengembangkan sejumlah kontak di Perancis yang terus mengajar karyanya dan membawa siswa mereka untuk mengunjunginya di Todtnauberg (lihat, misalnya, Jean-François Lyotard singkat rekening di “Heidegger dan ‘Yahudi’: Konferensi di Wina dan Freiburg,” yang membahas konferensi Franco-Jerman yang diadakan di Freiburg pada tahun 1947, langkah pertama dalam menyatukan siswa Perancis dan Jerman setelah Perang). Heidegger kemudian melakukan upaya untuk terus mengikuti perkembangan dalam filsafat Perancis dengan cara rekomendasi dari Jean Beaufret, seorang penerjemah Perancis awal, dan Lucien Braun.

Dekonstruksi seperti yang umum dipahami (yaitu, sebagai fenomena Perancis dan Anglo-Amerika sangat berakar dalam karya Heidegger, dengan eksposur umum terbatas dalam konteks Jerman sampai tahun 1980) menjadi perhatian Heidegger pada tahun 1967 dengan cara rekomendasi Lucien Braun kerja Jacques Derrida (Hans-Georg Gadamer hadir pada diskusi awal dan menunjukkan kepada Heidegger bahwa karya Derrida datang untuk perhatiannya dengan cara asisten). Heidegger menyatakan minatnya dalam memenuhi Derrida pribadi setelah yang terakhir mengirimnya beberapa karyanya. (Ada diskusi dari pertemuan pada tahun 1972, tetapi ini tidak terjadi.) Bunga Heidegger dalam Derrida dikatakan oleh Braun telah cukup besar (seperti yang dibuktikan dalam dua surat, tanggal 29 September 1967 dan 16 Mei 1972, dari Heidegger untuk Braun ). Braun juga dibawa ke perhatian Heidegger karya Michel Foucault. Hubungan Foucault untuk Heidegger adalah masalah kesulitan yang cukup; Foucault mengakui Heidegger sebagai filsuf yang ia membaca tetapi tidak pernah menulis tentang. (Untuk selengkapnya, baca Penser à Strasbourg, Jacques Derrida, dkk, yang meliputi reproduksi huruf dan account dengan Braun, “À mil-chemin entre Heidegger et Derrida”).

Salah satu fitur yang mengumpulkan bunga awal dalam konteks Perancis (yang disebarkan agak cepat untuk sarjana sastra Perancis dan filsafat bekerja di universitas di Amerika) adalah upaya Derrida untuk menggantikan pemahaman karya Heidegger lazim di Prancis dari periode larangan terhadap ajaran Heidegger di Jerman universitas, yang berjumlah sebagian untuk menolak hampir grosir pengaruh Jean-Paul Sartre dan istilah eksistensialis. Dalam pandangan Derrida, dekonstruksi adalah tradisi yang diwariskan melalui Heidegger (istilah “dekonstruksi” Perancis adalah terjemahan dari “Destruktion” Heidegger – secara harfiah “kehancuran”), sedangkan interpretasi Sartre dari Dasein dan istilah Heidegger kunci adalah terlalu psychologistic dan (ironisnya) antroposentris, yang terdiri dari kesalahpahaman radikal terbatasnya jumlah teks Heidegger umumnya belajar di Perancis sampai saat itu (yaitu Menjadi dan Waktu, Apa Metafisika?, dan Kant dan Masalah Metafisika). Derrida, di sisi lain, adalah pada waktu disajikan sebagai ultra-ortodoks “Perancis Heidegger,” sedemikian rupa bahwa ia, rekan-rekannya, dan mantan siswa yang dibuat untuk pergi proxy untuk terburuk Heidegger (politik) kesalahan, meskipun cukup bukti bahwa penerimaan karya Heidegger oleh praktisi kemudian dekonstruksi sama sekali tidak doktriner “Heideggerianism”. Karya Philippe Lacoue-Labarthe dapat diambil sebagai teladan dalam hal ini dan sering dipuji seperti itu oleh Derrida, yang lebih kontras kerja diperpanjang Lacoue-Labarthe pada Heidegger dengan diam Foucault.

Setelah sebelumnya menyebutkan kontribusi dari Derrida, Lacoue-Labarthe, dan Lyotard untuk beasiswa pada Heidegger dan Sosialisme Nasional, perlu dicatat bahwa hubungan Heidegger untuk Holocaust dan Nazisme adalah subyek perdebatan besar dan kadang-kadang tersinggung di berbagai “dekonstruksi”. Ini termasuk sejauh mana praktisi tertentu dari dekonstruksi yang sama sekali bisa melakukannya tanpa dekonstruksi Heidegger (seperti Lyotard khususnya mungkin berharap) atau yang – bukan – wajib untuk lebih lanjut (dan dalam kasus salah dan banyak kritik kurang informasi, ingat) sudah luas kritik Heidegger yang jauh mendahului (dalam kasus Derrida, dengan puluhan tahun) pengakuan luas dari kegiatan Heidegger sebagai Sosialis Nasional. Yang terakhir ini yang dipicu oleh perhatian pers ke buku Farias Victor “Heidegger et le nazisme” (Farias adalah mantan mahasiswa Heidegger) dan perawatan yang luas dari Holocaust dan implikasinya. Ini termasuk misalnya, prosiding konferensi pertama yang didedikasikan untuk karya Derrida, diterbitkan sebagai “Les Sirip de l’Homme” (esai dari mana judul yang diambil), Derrida “Feu la Kader / cio ‘che Resta del Fuoco” , atau studi tentang Celan oleh Lacoue-Labarthe dan Derrida yang segera mendahului studi terperinci politik Heidegger diterbitkan pada dan setelah 1987.

Criticism[sunting | sunting sumber]

Pentingnya Heidegger ke dunia filsafat kontinental (yang sebagian besar diciptakan, karena tidak ada perbedaan antara analitik dan filsafat kontinental sebelum dia) mungkin tak tertandingi. Penerimaan-Nya di antara filsuf dari sekolah analitik, bagaimanapun, ini lain cerita. Menyimpan review agak menguntungkan oleh Gilbert Ryle dalam Pikiran jurnal Mengada dan Waktu pada saat publikasi, sezaman Heidegger dari tradisi analitik (yang masih muda, tetapi sudah cukup tajam digambarkan dari cabang lain dari filsafat) umumnya dianggap baik konten, sejauh mereka percaya ada akan ada sama sekali, dan gaya dengan mana ia menyampaikan itu, sebagai bukti dari cara terburuk mungkin berfilsafat.

Tradisi kejelasan nilai-nilai ekspresi analitik, sedangkan Heidegger berpikir bahwa “membuat dirinya dimengerti adalah bunuh diri bagi filsafat.” Terlepas dari tuduhan obskurantisme, filsuf analitik umumnya dianggap sebagai konten yang sebenarnya yang dapat dipetik dari kerja Heidegger untuk menjadi baik trivial palsu, tidak dapat diverifikasi atau tidak menarik. Pandangan ini sebagian besar telah selamat, dan Heidegger masih dibicarakan dengan cemoohan di tempat yang paling filsafat analitis, dan pengaruhnya dianggap telah bencana bagi filsafat, dalam garis yang jelas dapat ditelusuri dari itu untuk varietas yang paling pemikiran filsafat postmodern .

Heidegger and Nazi Germany[sunting | sunting sumber]

Heidegger bergabung dengan Partai Nazi pada tanggal 1 Mei 1933, sebelum diangkat rektor universitas di Freiburg. Dia mengundurkan diri dari rectorship pada bulan April1934. Selama ini mantan guru Heidegger, Husserl, yang Yahudi, ditolak penggunaan perpustakaan universitas di Freiburg karena hukum pembersihan rasial yang dikeluarkan oleh Partai Nazi. Heidegger juga dihapus dedikasi untuk Husserl dari Menjadi dan Waktu ketika diterbitkan kembali pada tahun 1941. Heidegger kemudian mengklaim bahwa ini adalah akibat tekanan dari penerbit, Max Niemeyer. Selain itu, ketika Pendahuluan Heidegger untuk Metafisika (kuliah awalnya diberikan pada tahun 1935) diterbitkan pada 1953, ia menolak untuk menghapus referensi ke “kebenaran batin dan kebesaran dari gerakan [mati Innere Wahrheit und Große dieser Bewegnung],” yaitu Nasional Sosialisme. Alih-alih menghapus atau mengubah teks, ia hanya menambahkan gloss kurung, “(yaitu, konfrontasi teknologi planet dan manusia modern) (nämlich [mati] Begegnung der planetarisch bestimmten Technik und des neuzeitlichen Menschen).” Banyak pembaca, khususnya Jürgen Habermas, datang untuk menafsirkan pernyataan ambigu sebagai bukti dari komitmen untuk Sosialisme Nasional.

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Sein und Zeit (1927)

<! – Bacaan lebih lanjut == ==

Ada banyak literatur sekunder besar pada filsafat Heidegger. Komentar diakses di dan Waktu Menjadi termasuk

  • Menjadi-in-the-Dunia oleh Hubert Dreyfus,
  • Kejadian Makhluk Heidegger dan Waktu oleh Theodore Kisiel, dan
  • Heidegger dan Menjadi dan Waktu oleh Stephen Mulhall.
  • Heidegger pada Menjadi dan Bertindak: Dari Prinsip ke Anarki oleh Reiner Schürmann.

Sejauh ini biografi terbaik dan paling bahkan tangan dari Heidegger, yang juga mungkin adalah pengantar terbaik untuk pemikirannya, adalah

yang merupakan terjemahan bahasa Inggris dari Meister nya Ein aus Deutschland (judul adalah sebuah referensi terhadap Paul Celan ‘s “Todesfugue”).

Informasi lebih lanjut tentang masalah sejarah politik Heidegger dapat ditemukan dalam

Perlu dicatat bahwa dalam banyak lingkungan filosofis, argumen Farias ‘yang kontroversial, dan banyak dari kesimpulan dilombakan.

memberikan pemeriksaan wajar hubungan antara filsafat dan politik. Pertanyaan serupa telah diambil dari perspektif filosofis oleh (antara lain)

  • Derrida di’ Tentu Roh,
  • Philippe Lacoue-Labarthe di tipografi’
  • Heidegger, Seni, dan Politik: The Fiksi dari Politik trans. Chris Turner (Oxford: Basil Blackwell, 1990) dan
  • Puisi sebagai Pengalaman,
  • Bourdieu di The Ontologi Politik Martin Heidegger, dan
  • Lyotard di Heidegger dan “orang Yahudi”.

Juga dikutip di atas:

  • Derrida, dkk di Penser à Strasbourg
  • Lyotard dalam Tulisan-tulisan Politik

Terpilih == Bibliografi == (Karya utama dalam huruf tebal)

  • Pertanyaan Mengenai Teknologi
  • Gelassenheit (1959). Diterjemahkan sebagai Wacana Di Berpikir.
  • Identität und Differenz (1955-57). Diterjemahkan sebagai Identitas dan Perbedaan.
  • Kant und das Masalah der Metaphysik (1929). Diterjemahkan sebagai Kant dan Masalah Metafisika.
  • Der Satz vom Grund (1955-1956). Diterjemahkan sebagai Prinsip Alasan.
  • Sein und Zeit (1927). Diterjemahkan sebagai Being and Time.
  • Unterwegs zur Sprache (1959). Diterjemahkan sebagai Di Way Untuk Bahasa dengan penghilangan esai Die Sprache (‘ Bahasa) dengan pengaturan dengan Herr Heidegger.

Cinema == ==

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑